Doa 44 Persaudaraan dan Akhir yang Baik 6 menit membaca

Syukur atas Nikmat dan Rahmat

Nabi Sulaiman عليه السلام 27:19
Teks Arab

رَبِّ أَوْزِعْنِي، أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ، وَعَلَىٰ، وَالِدَيَّ، وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ، وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Teks Arab mengikuti Al-Qur'an dan dilengkapi harakat. النمل 27:19
Dengarkan doa 0:00 0:00
Suara
Transliterasi Rabbi awzi‘nī an asykura ni‘mataka allatī an‘amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a‘mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn.
Terjemahan makna
Ministry of Religious Affairs (Kemenag)ID

Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

Makna dan keistimewaan

Bentuk doa ini menggunakan kata kerja perintah *awzi‘nī* (أَوْزِعْنِي), yang bermakna, “ilhamkanlah aku” atau “bimbinglah aku”. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman عليه السلام, seorang raja sekaligus nabi, setelah mendengar perkataan seekor semut.

Tafsir dan pelajaran

Tafsir Syekh Abdurrahman as-Sa'di

Maka Sulaiman tersenyum, tertawa karena perkataan semut itu, kagum terhadap kefasihan, nasihat, dan ungkapan semut itu yang baik. Inilah keadaan para nabi—semoga keselamatan tercurah kepada mereka—yang memiliki adab sempurna: merasa kagum pada tempatnya, dan tawa mereka tidak melampaui senyuman. Demikianlah kebanyakan tawa Rasulullah صلى الله عليه وسلم berupa senyuman. Tertawa terbahak-bahak menunjukkan ringannya akal dan buruknya adab, sedangkan tidak tersenyum dan tidak merasa kagum terhadap sesuatu yang memang mengagumkan menunjukkan buruknya tabiat dan kesombongan.

Para rasul suci dari hal-hal tersebut. Sulaiman berkata seraya bersyukur kepada Allah yang telah menyampaikannya pada keadaan ini, “Ya Tuhanku, ilhamkanlah aku,” yakni, ilhamkan dan berilah aku taufik, “agar aku mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku,” karena nikmat yang diberikan kepada kedua orang tua merupakan nikmat pula bagi anak. Ia memohon kepada Tuhannya agar diberi taufik untuk menunaikan syukur atas nikmat agama dan dunia yang diberikan kepadanya dan kepada kedua orang tuanya.

“Dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai,” yakni, berilah aku taufik untuk melakukan amal saleh yang Engkau ridai karena sesuai dengan perintah-Mu, dilakukan dengan ikhlas, serta terhindar dari hal-hal yang merusak dan mengurangi pahalanya. “Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu”—yang di antaranya adalah surga—“ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh,” sebab rahmat diberikan kepada orang-orang saleh dengan berbagai tingkatan dan kedudukan mereka. Inilah gambaran keadaan Sulaiman yang Allah sebutkan saat ia mendengar perkataan dan seruan semut.

Tafsir Imam Ibnu Katsir

“Maka Sulaiman tersenyum, tertawa karena perkataannya, dan berkata, ‘Ya Tuhanku, ilhamkanlah aku agar mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, serta agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai.’” Maksudnya, ilhamkanlah kepadaku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku, yaitu Engkau mengajariku bahasa burung dan hewan, dan nikmat kepada kedua orang tuaku, yaitu Engkau memberi mereka Islam dan iman kepada-Mu. “Dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai,” yakni amal yang Engkau cintai dan Engkau ridai.

“Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh,” yakni, apabila Engkau mewafatkanku, gabungkanlah aku dengan hamba-hamba-Mu yang saleh dan dengan para wali-Mu yang menempati kedudukan tertinggi. Adapun perkataan sebagian ahli tafsir bahwa lembah itu terletak di negeri Syam atau tempat lain, bahwa semut itu mempunyai dua sayap seperti lalat, atau pendapat-pendapat semacamnya, maka semua itu tidak memiliki dasar yang berarti. Diriwayatkan dari Nauf al-Bikali bahwa semut-semut Sulaiman sebesar serigala.

Demikianlah tulisan yang kulihat, dengan huruf ya (ي) bertitik dua di bawah, padahal yang benar adalah ba (ب) bertitik satu di bawah. Itu merupakan kekeliruan penyalinan, dan Allah lebih mengetahui. Intinya, Sulaiman عليه السلام memahami perkataan semut itu dan tersenyum, tertawa karenanya. Ini sungguh perkara yang sangat besar.

Ibnu Abi Hatim berkata: Ayahku telah menceritakan kepada kami; Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami; Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami; Mis‘ar telah mengabarkan kepada kami, dari Zaid al-‘Ammi, dari Abu ash-Shiddiq an-Naji, yang berkata: Sulaiman عليه السلام keluar untuk memohon hujan. Tiba-tiba ia melihat seekor semut terbaring telentang, mengangkat kaki-kakinya ke langit seraya berkata, ‘Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu dan kami tidak dapat hidup tanpa siraman air-Mu. Jika Engkau tidak memberi kami hujan, kami akan binasa.’

Sulaiman عليه السلام berkata, ‘Kembalilah kalian, sungguh kalian telah diberi hujan berkat doa makhluk selain kalian.’ Dalam hadis sahih yang diriwayatkan Muslim melalui jalur ‘Abdurrazzaq, dari Ma‘mar, dari Hammam, dari Abu Hurairah, dari Nabi صلى الله عليه وسلم, disebutkan: “Seekor semut menggigit seorang nabi dari kalangan para nabi. Ia lalu memerintahkan agar sarang semut dibakar. Maka Allah mewahyukan kepadanya, ‘Apakah karena seekor semut menggigitmu, engkau membinasakan satu umat dari umat-umat yang bertasbih? Mengapa tidak hanya satu semut saja?’”

Tafsir al-Baghawi

Firman Allah عز وجل, “Maka Sulaiman tersenyum, tertawa karena perkataan semut itu.” Az-Zajjaj berkata, “Kebanyakan tawa para nabi berupa senyuman.” Kata “tertawa” di sini berarti tersenyum. Ada yang berpendapat bahwa awalnya ia tersenyum, lalu akhirnya tertawa.

‘Abdul Wahid al-Milihiy mengabarkan kepada kami; Ahmad bin ‘Abdullah an-Nu‘aimiy mengabarkan kepada kami; Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami; Muhammad bin Isma‘il menceritakan kepada kami; Yahya bin Sulaiman menceritakan kepadaku; Ibnu Wahb menceritakan kepadaku; ‘Amr—yakni Ibnu al-Harits—mengabarkan kepada kami; an-Nadr menceritakan kepadanya, dari Sulaiman bin Yasar, dari ‘Aisyah, ia berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم tertawa lepas hingga tampak anak lidahnya. Beliau biasanya hanya tersenyum.”

‘Abdullah bin ‘Abdish Shamad al-Jauzajani mengabarkan kepada kami; Abu al-Qasim al-Khuza‘i mengabarkan kepada kami; al-Haitsam bin Kulaib menceritakan kepada kami; Abu ‘Isa menceritakan kepada kami; Qutaibah bin Sa‘id menceritakan kepada kami; Ibnu Lahi‘ah menceritakan kepada kami, dari ‘Abdullah bin al-Mughirah, dari ‘Abdullah bin al-Harits bin Juz’, yang berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.”

Muqatil berkata, “Sulaiman tertawa karena perkataan semut itu sebagai ungkapan kagum, sebab apabila seseorang melihat sesuatu yang belum pernah dikenalnya, ia merasa kagum dan tertawa.” Kemudian Sulaiman memuji Tuhannya atas nikmat yang telah diberikan kepadanya. “Dan ia berkata, ‘Ya Tuhanku, ilhamkanlah aku,’” yakni, berilah aku ilham, “agar aku mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, serta agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Maksudnya, masukkanlah aku ke dalam golongan mereka, tetapkanlah namaku bersama nama mereka, dan kumpulkanlah aku bersama rombongan mereka. Ibnu ‘Abbas berkata, “Maksudnya, bersama Ibrahim, Isma‘il, Ishaq, Ya‘qub, dan para nabi sesudah mereka.” Ada pula yang mengatakan bahwa maksudnya adalah, dengan rahmat-Mu, masukkanlah aku ke dalam surga bersama hamba-hamba-Mu yang saleh.

Hadis pendukung

Dalam Sahih Muslim (no. 2734) diriwayatkan keterangan tentang keagungan syukur (syukr) dan bertambahnya kebaikan karenanya.

Label
  • #Nabi Sulaiman
  • #syukur
  • #nikmat
  • #amal saleh
  • #rahmat Allah
  • #hamba saleh

Cari doa

Cari berdasarkan topik, surah, terjemahan, tafsir, atau teks Arab. Anda dapat mencari dalam bahasa Arab—harakat tidak wajib.

↑ ↓ navigate · ↵ open · esc close Hasil →