Doa 05 Keamanan dan Rezeki 10 menit membaca

Kebaikan Dunia dan Akhirat

Seorang mukmin memohon kebaikan kepada Allah 2:201
Teks Arab

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Teks Arab mengikuti Al-Qur'an dan dilengkapi harakat. البقرة 2:201
Dengarkan doa 0:00 0:00
Suara
Transliterasi Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Terjemahan makna
Ministry of Religious Affairs (Kemenag)ID

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Makna dan keistimewaan

Bentuknya: kata kerja “aatinaa” (آتِنَا) dan “qinaa” (قِنَا). Inilah doa yang paling sering diucapkan dalam Islam. Doa ini mencakup kesempurnaan seluruh kebaikan hidup di dunia dan keselamatan abadi di akhirat.

Tafsir dan pelajaran

Tafsir Syekh Abdurrahman as-Sa'di

Kemudian Allah Ta‘ala mengabarkan keadaan manusia: semuanya memohon kepada-Nya apa yang mereka butuhkan dan meminta agar dijauhkan dari hal-hal yang membahayakan mereka, tetapi tujuan mereka berbeda-beda. Di antara mereka ada yang berkata, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia,” yakni memohon kepada-Nya berbagai keinginan duniawi yang termasuk bagian dari hasratnya. Orang seperti ini tidak memperoleh bagian di akhirat karena tidak menginginkannya dan membatasi cita-citanya pada dunia.

Di antara mereka ada pula yang berdoa kepada Allah demi kemaslahatan kedua negeri, serta merasa membutuhkan-Nya dalam urusan penting agama dan dunianya. Masing-masing dari kedua golongan ini mendapatkan bagian dari hasil usaha dan amalnya. Allah Ta‘ala akan membalas mereka sesuai dengan amal, cita-cita, dan niat mereka, dengan balasan yang berkisar antara keadilan dan karunia. Segala puji yang paling sempurna dan utuh adalah bagi-Nya atas balasan itu.

Ayat ini menjadi bukti bahwa Allah mengabulkan doa setiap orang yang berdoa kepada-Nya, baik Muslim, kafir, maupun fasik. Akan tetapi, dikabulkannya doa seseorang bukanlah bukti bahwa Allah mencintainya dan dekat dengannya, kecuali bila doa itu berkaitan dengan permohonan akhirat dan urusan penting agama.

Kebaikan yang dimohonkan di dunia mencakup segala sesuatu yang baik dampaknya bagi seorang hamba, seperti rezeki yang baik, lapang, dan halal; istri yang salehah; anak yang menyejukkan pandangan; ketenteraman; ilmu yang bermanfaat; amal saleh; dan hal-hal serupa lainnya yang disukai dan dibolehkan. Adapun kebaikan di akhirat ialah selamat dari hukuman di alam kubur, di tempat berkumpul pada hari Kiamat, dan dari neraka; memperoleh keridaan Allah; meraih kenikmatan yang kekal; serta dekat dengan Tuhan Yang Maha Pengasih.

Dengan demikian, doa ini menjadi doa yang paling menyeluruh dan paling sempurna, serta paling layak untuk diutamakan. Karena itu, Nabi ﷺ banyak memanjatkan doa ini dan menganjurkan umat untuk membacanya.

Tafsir Imam Ibnu Katsir

Allah berfirman, “Di antara mereka ada pula yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.’” Doa ini menghimpun seluruh kebaikan di dunia dan menolak segala keburukan. Kebaikan di dunia mencakup setiap hal yang diinginkan di dunia, seperti kesehatan, tempat tinggal yang lapang, istri yang baik, rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kendaraan yang nyaman, pujian yang baik, dan lain sebagainya yang disebutkan para ahli tafsir.

Tidak ada pertentangan di antara penjelasan-penjelasan itu, sebab semuanya tercakup dalam kebaikan dunia.

Adapun kebaikan di akhirat, yang paling tinggi darinya adalah masuk surga beserta segala hal yang menyertainya, seperti aman dari ketakutan yang dahsyat di tempat-tempat berkumpul pada hari Kiamat, dimudahkan hisab, dan berbagai urusan baik lainnya di akhirat. Adapun keselamatan dari neraka mengharuskan dimudahkannya sebab-sebab keselamatan di dunia, yaitu menjauhi perkara-perkara yang diharamkan dan dosa-dosa, serta meninggalkan perkara syubhat dan yang haram.

Al-Qasim bin ‘Abdurrahman berkata, “Barang siapa diberi hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir, dan tubuh yang sabar, sungguh ia telah diberi kebaikan di dunia dan di akhirat serta dilindungi dari azab neraka.” Karena itu, Sunnah menganjurkan doa ini.

Al-Bukhari berkata: Abu Ma‘mar telah menyampaikan kepada kami, ‘Abdul Warits telah menyampaikan kepada kami, dari ‘Abdul ‘Aziz, dari Anas bin Malik, ia berkata, “Nabi ﷺ biasa berdoa, ‘Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.’”

Imam Ahmad berkata: Isma‘il bin Ibrahim telah menyampaikan kepada kami, ‘Abdul ‘Aziz bin Suhaib telah menyampaikan kepada kami, dari Anas, ia berkata, “Doa yang paling sering dipanjatkan Rasulullah ﷺ adalah, ‘Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.’”

Ibnu Abi Hatim berkata: Ayahku telah menyampaikan kepada kami, Abu Nu‘aim telah menyampaikan kepada kami, ‘Abdus Salam bin Syaddad—yakni Abu Thalut—telah menyampaikan kepada kami. Ia berkata, “Aku sedang berada bersama Anas bin Malik. Tsabit berkata kepadanya, ‘Saudara-saudaramu ingin agar engkau mendoakan mereka.’ Maka Anas berkata, ‘Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.’

Mereka berbincang beberapa saat. Ketika mereka hendak berdiri, seseorang berkata, ‘Wahai Abu Hamzah, saudara-saudaramu hendak pergi, maka doakanlah mereka.’ Anas menjawab, ‘Apakah kalian ingin aku menguraikan berbagai perkara untuk kalian? Jika Allah memberi kalian kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta melindungi kalian dari azab neraka, sungguh Dia telah memberi kalian seluruh kebaikan.’”

Ahmad juga berkata: Muhammad bin Abi ‘Adi telah menyampaikan kepada kami, dari Humaid, dari Anas, bahwa Rasulullah ﷺ menjenguk seorang laki-laki Muslim yang tubuhnya telah menjadi kurus seperti anak burung. Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya, “Apakah engkau pernah memohon sesuatu kepada Allah atau meminta sesuatu kepada-Nya?” Ia menjawab, “Ya. Aku biasa berkata, ‘Ya Allah, hukuman apa pun yang akan Engkau timpakan kepadaku di akhirat, segerakanlah di dunia.’”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Mahasuci Allah! Engkau tidak akan sanggup atau mampu menanggungnya. Mengapa engkau tidak mengatakan, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka’?” Anas berkata, “Lalu ia berdoa kepada Allah, maka Allah menyembuhkannya.”

Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Muslim; ia meriwayatkannya melalui jalur Ibnu Abi ‘Adi tersebut.

Imam asy-Syafi‘i berkata: Sa‘id bin Salim al-Qaddah telah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Yahya bin ‘Ubaid, maula as-Sa’ib, dari ayahnya, dari ‘Abdullah bin as-Sa’ib, bahwa ia mendengar Nabi ﷺ berdoa di antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” Ats-Tsauri juga meriwayatkan hal serupa dari Ibnu Juraij. Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, hadis yang serupa. Dalam sanadnya terdapat kelemahan, wallahu a‘lam.

Ibnu Mardawaih berkata: ‘Abdul Baqi telah menyampaikan kepada kami, Ahmad bin al-Qasim bin Musawir telah mengabarkan kepada kami, Sa‘id bin Sulaiman telah menyampaikan kepada kami, dari Ibrahim bin Sulaiman, dari ‘Abdullah bin Harmuz, dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap kali aku melewati Rukun [Hajar Aswad], aku melihat seorang malaikat di sana yang mengucapkan ‘Amin’. Maka apabila kalian melewatinya, ucapkanlah, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.’”

Anas biasa memanjatkan doa ini setiap kali hendak berdoa, apa pun doa yang hendak ia panjatkan. ‘Abdullah bin Bakr as-Sahmi juga meriwayatkan dari Humaid.

Tafsir al-Baghawi

“Di antara mereka ada pula yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.’” Yang dimaksud ialah orang-orang beriman. Para ulama berbeda pendapat tentang makna kedua kebaikan itu.

‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata, “Kebaikan di dunia ialah istri yang salehah, sedangkan kebaikan di akhirat ialah surga.”

Abu al-Qasim ‘Abdullah bin Muhammad al-Hanafi mengabarkan kepada kami: Abu al-Hasan Muhammad bin Ya‘qub ath-Thusi mengabarkan kepada kami: Abu Bakr Ahmad bin Yusuf bin Khallad mengabarkan kepada kami: al-Harits bin Abi Usamah menyampaikan kepada kami: Abu ‘Abdurrahman al-Muqri’ mengabarkan kepada kami: Haiwah dan Ibnu Lahi‘ah mengabarkan kepada kami, keduanya berkata: Syurahbil bin Syarik mengabarkan kepada kami, bahwa ia mendengar Abu ‘Abdurrahman al-Hubuli meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash رضي الله عنه, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Dunia seluruhnya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia ialah wanita yang salehah.”

Al-Hasan berkata, “Kebaikan di dunia ialah ilmu dan ibadah, sedangkan kebaikan di akhirat ialah surga.” As-Suddi dan Ibnu Hibban berkata, “Kebaikan di dunia ialah rezeki yang halal dan amal saleh; sedangkan kebaikan di akhirat ialah ampunan dan pahala.”

Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Abdullah bin Abi Taubah mengabarkan kepada kami: Abu Thahir Muhammad bin Ahmad bin al-Harits mengabarkan kepada kami: Abu al-Hasan Muhammad bin Ya‘qub al-Kisa’i mengabarkan kepada kami: ‘Abdullah bin Mahmud mengabarkan kepada kami: Ibrahim bin ‘Abdullah al-Khallal menyampaikan kepada kami: ‘Abdullah bin al-Mubarak menyampaikan kepada kami, dari Yahya bin Ayyub, ‘Ubaidullah bin Zahr menyampaikan kepadaku, dari ‘Ali bin Yazid, dari al-Qasim Abu ‘Abdurrahman, dari Abu Umamah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Di antara para wali yang paling membuatku kagum ialah seorang mukmin yang sederhana,

memperoleh bagian dari salat, beribadah kepada Tuhannya dengan baik, menaati-Nya dalam keadaan tersembunyi, tidak dikenal di tengah-tengah manusia dan tidak ditunjuk-tunjuk orang. Rezekinya sekadar mencukupi, lalu ia bersabar atas hal itu.” Kemudian beliau mengibaskan tangannya seraya berkata, “Kematiannya disegerakan, sedikit orang yang menangisinya dan sedikit pula harta warisannya.”

Qatadah berkata, “Kebaikan di dunia ialah kesehatan, dan kebaikan di akhirat ialah kesehatan.” ‘Auf berkata tentang ayat ini, “Barang siapa diberi Islam, Al-Qur’an, keluarga, dan harta oleh Allah, sungguh ia telah diberi kebaikan di dunia dan di akhirat.”

Asy-Syaikh Abu al-Qasim ‘Abdullah bin ‘Ali al-Karkani ath-Thusi mengabarkan kepada kami: Abu Thahir Muhammad bin Mahmasy az-Ziyadi mengabarkan kepada kami: Abu al-Fadhl ‘Abdus bin al-Husain bin Mansur as-Simsar mengabarkan kepada kami: Abu Hatim Muhammad bin Idris al-Hanzhali ar-Razi mengabarkan kepada kami: Muhammad bin ‘Abdullah al-Anshari mengabarkan kepada kami: Humaid ath-Thawil menyampaikan kepada kami, dari Tsabit al-Bunani, dari Anas bin Malik رضي الله عنه, ia berkata, “Rasulullah ﷺ melihat seorang laki-laki yang tubuhnya telah menjadi kurus seperti anak burung.

Beliau bertanya, ‘Apakah engkau pernah berdoa kepada Allah atau meminta sesuatu kepada-Nya?’ Laki-laki itu menjawab, ‘Wahai Rasulullah, aku biasa berkata, “Ya Allah, hukuman apa pun yang akan Engkau timpakan kepadaku di akhirat, segerakanlah di dunia.”’ Beliau bersabda, ‘Mahasuci Allah! Kalau begitu, engkau tidak akan sanggup dan tidak akan mampu menanggungnya.

Mengapa engkau tidak berkata, “Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka”?’”

Abu al-Hasan Muhammad bin Muhammad as-Sarakhsi mengabarkan kepada kami: Abu al-Hasan Ahmad bin Muhammad bin Abi Ishaq al-Hajjaji mengabarkan kepada kami: Abu al-‘Abbas Muhammad bin ‘Abdurrahman ad-Daghuli mengabarkan kepada kami: Muhammad bin Masykan menyampaikan kepada kami: Abu Dawud menyampaikan kepada kami: Syu‘bah menyampaikan kepada kami, dari Tsabit, dari Anas, ia berkata, “Rasulullah ﷺ sering berdoa dengan mengucapkan, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.’”

‘Abdul Wahhab bin Muhammad al-Kisa’i mengabarkan kepada kami: ‘Abdul ‘Aziz bin Ahmad al-Khallal mengabarkan kepada kami: Abu al-‘Abbas al-Ashamm mengabarkan kepada kami: ar-Rabi‘ bin Sulaiman mengabarkan kepada kami: asy-Syafi‘i mengabarkan kepada kami: Sa‘id bin Salim al-Qaddah meriwayatkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Yahya bin ‘Ubaid, maula as-Sa’ib, dari ayahnya, ‘Abdullah bin as-Sa’ib, bahwa ia mendengar Nabi ﷺ berdoa di antara Rukun Bani Jumah dan Rukun Hajar Aswad, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Hadis pendukung

Dalam Shahih al-Bukhari (no. 4522) dan Shahih Muslim (no. 2688), diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa doa yang paling sering diucapkan Nabi ﷺ adalah kalimat-kalimat ini.

Label
  • #doa
  • #kebaikan dunia
  • #kebaikan akhirat
  • #perlindungan dari neraka
  • #keselamatan
  • #doa Nabi

Cari doa

Cari berdasarkan topik, surah, terjemahan, tafsir, atau teks Arab. Anda dapat mencari dalam bahasa Arab—harakat tidak wajib.

↑ ↓ navigate · ↵ open · esc close Hasil →